Hai, pernah nggak sih lo lagi scroll Netflix, udah kayak lagi nyari jarum di tumpukan jerami, terus ujung-ujungnya malah nonton lagi Harry Potter and the Sorcerer’s Stone yang udah khatam 17 kali? Atau mungkin lo udah hapal dialog Mean Girls di luar kepala, tapi tetep aja nggak bisa berhenti nonton pas lagi tayang di TV? Jangan ngaku nggak pernah, deh! Gue yakin kita semua pernah jadi korban kebiasaan aneh ini.
Kita ini aneh ya? Di dunia ini ada jutaan film dengan cerita baru, efek visual yang bikin mata copot, aktor dan aktris yang lagi hot banget, tapi kenapa kita malah balik lagi ke film yang sama, film yang bahkan DVD-nya udah baret-baret karena keseringan diputer? Apa kita ini sebenernya robot yang diprogram buat terus-terusan nonton The Lion King? (Oke, kalau itu alasannya, gue nggak terlalu keberatan, sih).
Mungkin lo mikir, “Ah, gue mah orangnya emang gitu, setia sama yang klasik!” Iya, gue juga sering bilang gitu ke diri sendiri. Tapi, jujur aja deh, ada yang lebih dari sekadar “setia” di balik kebiasaan kita ini. Ada rasa nyaman, ada nostalgia, dan yang lebih penting lagi, ada alasan psikologis yang lebih dalam kenapa kita nggak bisa lepas dari film-film kesayangan kita. Ini bukan cuma soal hiburan, bro! Ini soal… (drum roll, please)… KESEHATAN MENTAL! (Oke, mungkin gue agak lebay, tapi tetep aja penting!).
Jadi, kenapa sih kita sebegitu cintanya sama film yang itu-itu aja? Apa bener cuma karena kita males nyari film baru? Atau ada kekuatan magis tersembunyi di balik adegan Ron Weasley makan permen segala rasa? Siapin kopi atau teh (atau bir, gue nggak nge-judge kok), karena di artikel ini kita bakal kupas tuntas fenomena aneh tapi nyata ini. Dijamin, setelah baca ini, lo bakal lebih ngerti kenapa lo nggak bisa berhenti nonton Friends (padahal udah tau semua plot twist-nya). Penasaran? Keep scrolling!